Kata Djuta

 

DIMANAKAH TINDJUMU?

DIMANAKAH KEKUATAN JANG MENGHANTJURKAN

SEGALA HAL JANG MELAWAN?

Gelijk de grote oceaan doordrongen is van het zout, zo is mijn leer

doordrenkt van de geest der bevrijding

Kulla Vagga

Dalam "Suluh Indonesia Muda" nomor tiga, maka Ir. J. ada membentangkan pendapat-pendapatnja tentang problim agraria, jakni soal bagaimana kita bisa menolong rakjat tanah Djawa dari kemelaratan jang bertambah-tambah haibatnja itu, dan jang terdjadi karena makin lama makin banjaklah djumlah rakjat jang memakan hasilnja tanah Djawa itu. Bertambah-tambahnja penduduk itu adalah terdjadi oleh karena djumlah orang meninggal dunia saban tahunnja ada lebih ketjil daripada djumlah orang jang dilahirkan; dan oleh sebab bertambahnja rakjat ini tidak diikuti oleh tambahnja hasilnja bumi jang sepadan, maka nistjajalah makin lama makin ketjil sahadja bagian masing-masing orang dalam pembagian rezeki tanah Djawa itu. Adapun banjaklah obat untuk mentjegah kerasnja penjakit ini: kita bisa menambah luasnja tanah jang dipakai untuk sawah atau tegalan; kita bisa memperbaiki tjara pertanian, sehingga hasil sebahu-bahunja bisa bertambah; kita bisa mengadakan kepabrikan (industri), dimana banjak orang bisa bekerdja dan mendapat penghidupan; atau kita bisa memindahkan sebagian rakjat tanah Djawa itu kelain-lain pulau Indonesia, misalnja Sumatera. Akan tetapi sukarlah semua obat ini bisa tertjapai dalam sebentar tempo. Menambah sawah atau tegalan tahadi; mengadakan tjara pertanian jang lebih menghasilkan; mengadakan kepabrikan; memindahkan rakjat kepulau lain, itu semuanja bukanlah hal-hal jang bisa terdjadi dalam sebentar tempo. Inilah sukarnja problim agraris tahadi! Adapun Ir. J. telah menundjukkan pula obatnja: hendaklah katanja, kita menjokong modal-modal asing dilain-lain pulau Indonesia itu dengan menjumbangkan berketi-keti kaum buruh dari tanah Djawa, supaja mereka halaman 1

 

For English - Indonesian Dictionary, Click here